I am on a diet today..Yes! Sure. Promise. This is the thousand time of the year that I thought about dieting. This time it has to be done. I'm sick of people hugging me and telling me that they feel like hugging a teddy bear..how hugable am I...Mind u, that is not a compliment, in another words that is just another way of saying that I have more cushions than I should. You agreed right??( I saw the smile on your face...)
Yesterday a friend of mine told me that her sister, Laili whom I've known so well is also on a diet now..Someone asked her how fat is her sister n she told her that her sister is as fat as I am. What?? God no....!!Laili is huge. Laili is way fatter than me..I remember Laili sharing ice creams and chocolates with me last December when we went for an outing. I remember her telling me that we should stop eating ice creams if we don't want to end up looking like whales..and what I did..??I bought another ice cream for both of us and laugh our heart out..
Thats the last time I saw Laili. May be Laili shrinked to my size, my smaller size comparing to her I suppose...( Some say this is called denial..) Laili wherever u are, let me put it this way..We both are fat ( but u r fatter ) and we have to do something about our extra pounds..God please give us the strength to say 'no' to food.
Last but not least, this Saupi looking for trouble..This mamat make it clear that I am fat, without doubt!!!He told me that as the Aidil Adha is around the corner, the price of 'satu bahagian lembu korban' is really high...if I were to be the 'satu bahagian' mau nya cecah rm400...memang nak kena Saupi ni...!!!!
Tetamu yang sentiasa memeriahkan laman saya..TQ
Tuesday, November 4, 2008
Monday, November 3, 2008
Hanya kamu yg berubah
Jadi lah ombak
yang tidak jemu
menghempas pantainya
Biar musim berubah arah
tetap setia begitu
Seperti cendawan
yang tidak pernah lupa
tumbuh selepas hujan
Rembulan tetap teguh
pada janji nya
dengan bintang
Rasailah kehangatan
cinta mentari yang
tidak pernah padam
Dan sejuk nyaman nya
rindu salju
menyapa musim gugur
yang melambai pulang..
begitu
Yang berubah
hanya lah
kamu
kamu
kamu
Sunday, November 2, 2008
Saturday, November 1, 2008
Di pusara gemulah ni
Kedegilan lah yang memaksa ku
untuk tidak menitiskan air mata
ku lepaskan kau ke alam baru mu
dengan penuh rela dan redha
aku berdiri di sini
memerhatikan lahad yang digali tadi
mula ditimbusi
Dendam ku tidak lagi
berkubur dihati
Hari ini
Masihkah aku tidak di perlukan,
masih kah aku ini kesilapan
masa silam mu?.
sedangkan kehidupan bagi mu
sudah bernoktah
sedangkan di alam kedua mu ini
hanya doa dan alFatihah dari ku
dapat menghubungkan kembali ikatan
yang telah kau
putuskan
Selamat jalan ayah,
Di pusara mu ku pulangan
selautan sepi
yang kau jadikan hadiah
tiga puluh lapan tahun yang lalu
Terimalah ia kembali
sesungguhnya
duka lara ini
sudah terlalu lama ku tanggung
sendiri.
( Luka yang ku temui didalam dairi lama..karya ku ini dibawah nya tercatit....BINTI OMAR, 17 Syawal 1418h..rupanya hak ku untuk menggunakan nama mu juga tidak pernah aku nikmati.. )
untuk tidak menitiskan air mata
ku lepaskan kau ke alam baru mu
dengan penuh rela dan redha
aku berdiri di sini
memerhatikan lahad yang digali tadi
mula ditimbusi
Dendam ku tidak lagi
berkubur dihati
Hari ini
Masihkah aku tidak di perlukan,
masih kah aku ini kesilapan
masa silam mu?.
sedangkan kehidupan bagi mu
sudah bernoktah
sedangkan di alam kedua mu ini
hanya doa dan alFatihah dari ku
dapat menghubungkan kembali ikatan
yang telah kau
putuskan
Selamat jalan ayah,
Di pusara mu ku pulangan
selautan sepi
yang kau jadikan hadiah
tiga puluh lapan tahun yang lalu
Terimalah ia kembali
sesungguhnya
duka lara ini
sudah terlalu lama ku tanggung
sendiri.
( Luka yang ku temui didalam dairi lama..karya ku ini dibawah nya tercatit....BINTI OMAR, 17 Syawal 1418h..rupanya hak ku untuk menggunakan nama mu juga tidak pernah aku nikmati.. )
Bukan mudah
Kelmarin aku menyelongkar almari yang menyimpan segala dairi lama dan coretan2 luahan rasa yang telah beku berkurun lamanya..Rupanya bukan senang untuk memilih mana yang nak ku terus jadikan bahan kenangan dan yang mana perlu ku kuburkan saja...hairan sungguh bagaimana secebis kertas lama boleh membuatkan aku tertawa sendiri..tak kurang jugak yang membuat aku menyesali diri. Walau pun mancis sudah di nyalakan namun kertas2 itu tidak mampu ku bakar kerana sudah basah rupanya..
Aku sebenarnya mau saja memacakkan nisan pada memori2 yang melukakan itu.Kuburkan saja.Tapi bukan seperti menguburkan makhluk yang kehabisan usia, memori tidak pernah mati..tidak pernah kehabisan nyawa. Memori sekadar perjalanan hidup yang membeku dan ada yang seperti api didalam sekam..
Kalau lah setiap kenangan, setiap kesilapan, setiap kesal masa silam dapat di padamkan seperti papan hitam alangkah baik nya. Mau saja aku padamkan semuanya dan mulakan dengan kapur yang baru untuk membuat catatan yang lebih baik dari itu...Apa daya ku, masa silam tetap menggangu ku.Kenangan masa silam ini hanya akan berkongsi nisan dengan empunya badan, berkongsi pusara....
Sementara nyawa masih ada, terpaksa jua aku terus menggalas beban yang sarat ini..Rupanya yang aku bakar tadi hanya lah dairi kosong..Isi nya masih melekat di hati.
Aku sebenarnya mau saja memacakkan nisan pada memori2 yang melukakan itu.Kuburkan saja.Tapi bukan seperti menguburkan makhluk yang kehabisan usia, memori tidak pernah mati..tidak pernah kehabisan nyawa. Memori sekadar perjalanan hidup yang membeku dan ada yang seperti api didalam sekam..
Kalau lah setiap kenangan, setiap kesilapan, setiap kesal masa silam dapat di padamkan seperti papan hitam alangkah baik nya. Mau saja aku padamkan semuanya dan mulakan dengan kapur yang baru untuk membuat catatan yang lebih baik dari itu...Apa daya ku, masa silam tetap menggangu ku.Kenangan masa silam ini hanya akan berkongsi nisan dengan empunya badan, berkongsi pusara....
Sementara nyawa masih ada, terpaksa jua aku terus menggalas beban yang sarat ini..Rupanya yang aku bakar tadi hanya lah dairi kosong..Isi nya masih melekat di hati.
Subscribe to:
Posts (Atom)